Wednesday, May 9, 2012

Aspire One D270, Netbook Manis Nan Elegan


Aspire One D270 (Gorga/inet)
Jakarta - Untuk menggairahkan kembali pasar netbook, Intel mengeluarkan generasi terbaru prosesor Atom yang diklaim makin perkasa. Acer pun dengan cepat mengadopsinya dalam sebuah produk yang amat manis.

Produk tersebut bernama Aspire One D270. Di dalamnya sudah ditanamkan prosesor Intel Atom N2600 1,6 GHz, memory DDR3 2 GB dan hardisk sebesar 320 GB. Asyiknya, produk ini sudah memiliki port HDMI yang belum pernah ada di generasi sebelumnya.

Untuk sebuah netbook, spesifikasi Aspire One D270 memang sudah cukup lumayan. Namun di luar itu produk ini juga memiliki penampilan yang cukup nyentrik. Ada beberapa pilihan warna menarik, tapi model yang diterima detikINET adalah versi terbatas Balloon Carnival.



Desain Manis

Sekujur tubuh Aspire One D270 didominasi oleh warna putih bersih. Sedangkan bagian atasnya dihiasai dengan gambar balon-balon berwarna nyentrik, pun begitu pada area touch yang menggunakan sentuhan serupa.

Selain dari segi warna yang mencolok mata, Aspire One D270 ternyata punya papan ketik yang nyaman digunakan. Ukurannya terbilang besar untuk sebuah netbook, dan setiap tutsnya terasa empuk dan nyaman digunakan. Lebih asyiknya lagi tak satu pun tombol tersebut mengeluarkan suara berisik ketika diajak mengetik.



Area touch pad juga enak dipakai. Meski kecil, tapi pengguna tak akan mengalami kesulitan saat menggunakannya untuk bernaviasi. Ya untuk sebuah netbook, Aspire One D270 memang tergolong nyaman digunakan.

Kenyamanan pun kian terasa karena produk ini ringan dijinjing. Beratnya cuma 1,3 kg, dan itu sudah termasuk baterai berkapasis 6 sel. Cukup ringan bukan?




Performa yang Makin Perkasa

Aspire One D270 sudah menggunakan generasi ketiga Intel Atom, yang memiliki nama sandi Cedar Trail. Tak ayal, sejumlah penyempurnaan pun ada pada chip ini.

Perubahan yang paling menonjol adalah soal kemampuannya untuk memutar film High Definition (HD). Bisa dikatakan semua generasi netbook terdahulu tidak ada yang sanggup untuk memutar film dengan resolusi 1920 X 1080 pixel, tapi Aspire One D270 mampu melakukan itu.

Kemampuan melahap film beresolusi tinggi pun kian dipertegas dengan hadirnya port HDMI di sisi kiri netbook. Tinggal colok ke televisi layar lebar, maka film akan tampil dengan sempurna tanpa gejala lag.

Ketika dipakai detikINET untuk browsing bersama setengah selusin tab di Firefox 10, buka Microsof Office Word, dan mendengarkan lagu di Windows Media Player secara bersamaan, Aspire One D270 juga masih sanggup meladeninya.



Pun begitu, walau performanya sudah lebih baik bukan berarti netbook ini bisa diajak untuk bermain game kelas berat atau mengolah gambar dengan aplikasi haus daya macam Photoshop CS series.

Daya Tahan Baterai

Aspire One D270 memiliki kapasitas baterai 6 sel, cukup besar untuk sebuah netbook. Dan ketika dipakai detikINET untuk mengetik, browsing, mendengarkan lagu, dan sesekali memutar video, produk ini sanggup bertahan sampai 5 jam penggunaan. Itu pun masih tersisa sekitar 10-15%.



Secara keseluruhan, Aspire One D270 memang cukup memberikan angin segar bagi netbook yang selama ini. Desain yang akrab untuk kaum hawa, performa yang semakin baik, serta daya tahan baterai yang cukup kuat menjadi daya pikat tersendiri.

Aspire One D270 dipasarkan pada kisaran harga Rp 3 jutaan, itu semua sudah termasuk Windows 7 starter edition dan pre-instal Microsoft Office. Dalam paket penjualannya sudah disediakan sebuah netbook pouch, manual book, dan kartu garansi resmi Acer Indonesia.

Spesifikasi:


  • Windows 7 Starter
  • 10.1 LED-Lit Screen
  • Atom N2600 Dual-Core Processor
  • Graphics Media Accelerator 3600 GPU
  • 2 GB RAM
  • 320 GB SATA Hard Disk
  • Integrated web Camera
  • Multi Card Reader
  • High Definition Audio, 2 Stereo Speakers, MS-Sound Compatibility
  • 93% of the Full Size of the Keyboard
  • Multi-Gesture Touchpad
  • 3 x USB 2.0, VGA, HDMI, RJ-45, Microphone in, Headphone out
  • Wireless 802.11 a/b/g/n
  • Gigabit Ethernet LAN
  • Bluetooth v4.0+ HS
  • 8 Hours Battery Life
  • Thickness: 1.0 Inch
  • Weight: Approx. 1.30 kg
  • Warranty: 1 Year
*Foto-foto koleksi detikINET, model: Annisha Desvyani Tahir

Laptop Asus G74S, Hanya untuk Gamer Sejati


Jakarta - Asus G74S, merupakan varian terbaru dari keluarga Republic of Gamer yang memang diperuntukan bagi para penggila game. Jadi tak heran, jika produk ini diperkuat dengan spesifikasi kelas atas.

Meski mengusung spesikasi canggih, tapi produk di kelas ini biasanya tidak mengutamakan tampilan. Sebut saja penampilannya yang bongsor, berat, dengan warna yang terkesan kaku.


Tampil Besar dan Kokoh

Bicara mengenai tampilan, Asus G74S memang memiliki ukuran yang cukup besar. Layarnya berukuran 17,3 inchi beresolusi 1920 X 1080p, dengan berat hampir 4Kg termasuk baterai 8 cell Li-Ion 5200mAh yang menyokong hidupnya.

Seluruh bagian tubuh produk ini dibalut dengan warna hitam pekat, dengan logo Asus di bagian atas yang terlihat begitu kemilau. Perpaduan yang pas, untuk memberikan kesan elegan.

Selain itu, notebook ini juga memiliki engsel berbahan almunium dipadu bahan metal lain dibagian tepi untuk memberikan kesan kokoh. Itulah yang menyebabkan notebook ini terasa berat, namun cukup kuat untuk menemani gamer.

Notebook Asus G74S tidak hanya optimal untuk bermain game. Produk ini dilengkapi dengan drive Blu-ray, port HDMI, dan layar cemerlang yang menambah kenikmatan ketika menyaksikan film High Definition (HD).


Spesifikasi Kelas Wahid

Asus G74S terbilang memiliki jeroan yang cukup mengagumkan. Prosesornya Intel Core i7 2630QM 4 inti 8 thread yang berlari pada kecepatan 2Ghz, sedangkan chipsetnya diperkuat oleh Mobile Intel HM65 Express. Cukup kuat untuk memainkan seluruh game terbaru.

Gamer juga tak perlu khawatir bakal kekurangan memori. Sebab, Asus G74S memiliki 16GB RAM DDR3 1333 MHz yang dioptimalkan dengan Wondows 7 64bit. Sedangkan untuk kartu grafis produk ini punya Nvidia GeForce 500 series dengan GPU GF116 berkapasitas 3GB DDR5. Lantas bagaimana performanya?


Pengujian yang dilakukan detikINET menggunakan aplikasi 3DMark vantage produk ini mampu menorehkan angka sebesar 41283 untuk CPU dan 7893 untuk GPU, overall mencapai 9893 pada modus Performance.

Untuk memainkan beberapa gamer seperti Bulletstrom atau Spiderman Shattered Dimensions produk ini masih sangat mudah menanganinya, namun ketika coba memainkan COD Black Ops pada resolusi 1920 X 1080 modus 3D notebook ini tampak sedikit kewalahan.

Tapi yang disesalkan adalah kualitas suara yang dimiliknya. Terdengar 'seadanya' tanpa dentuman bass yang cukup, atau nada tinggi yang detail, semuanya standart. Padahal jeroan yang diusungnya sudah sangat canggih.


Makin Hidup dengan Tampilan 3D

Selain perawakan yang kokoh, spesifikasi kelas atas, ada hal lain yang sangat menarik dari Asus G74S, yakni mampu menampilkan gambar secara 3 dimensi. Ini merupakan salah satu fitur dari Nvidia 3D Vision.

Untuk menikmati fitur ini, pengguna diwajibkan memakai kacamata khusus dan juga beberapa aplikasi yang mendukung. Hingga saat ini tercatat ada ratusan judul game, film, bahkan gambar yang mendukung 3D Vision.

Hasilnya? Cukup mengagumkan. Gambar seakan-akan ingin keluar dari monitor, persis seperti teknologi 3D yang biasa digunakan pada bioskop. Hanya saja karena ini menggunakan kacamata aktif, maka akan terlihat gejala flicker ketika dirungan yang penuh lampu.

Menilik dari spesikasi, fitur, dan harganya yang mencapai USD 2.309 atau sekitar Rp 19,7 juta maka jelas sekali jika produk ini membidik para gamer yang berkantung tebal. Tertarik memilikinya?



Kelebihan:
+ Spesifkasi kelas atas
+ Dukung 3D
+ Gambar cemerlang
+ Bodi kokoh

Kekurangan:
- Berat
- Suara kurang baik

Sekilas Pandang Intel Ivy Bridge Core i7-3770K


Intel Core i7-3770K (eno/inet)
 
Jakarta - Intel telah memamerkan generasi terbaru Core i dengan nama sandi Ivy Bridge, sejumlah fitur ciamik pun disematkan di dalam prosesor ini. Apa saja?

Kebetulan di meja redaksi detikINET telah tiba satu unit Intel Core i7-3770K lengkap dengan pasangannya motherboard chip seri 7 yakni, Intel Desktop Board DZ77GA-70K dengan codename Panther Point.

Secara fisik, bentuk dan ukuran Core i7-3770K tidak berbeda dengan generasi Sandy bridge, bahkan masih menggunakan socket yang sama yaitu LGA 1155. Jadi pengguna masih bisa menancapkannya pada mainboard generasi keenam Intel a.k.a Cougar Point.



Generasi Ivy Bridge dibuat dalam fabrikasi 22nm, sehingga bisa dipastikan jumlah transistor yang digunakan telah berlipat ganda. Sebagai gambaran, versi paling canggih Sandy bridge memiliki 995 juta transistor dalam ukuran 216 mm, sedangkan Ivy Bridge mencapai 1,4 miliar transistor dalam kemasan 160 mm.

Soal performa, hampir bisa dipastikan prosesor ini akan lebih galak dari generasi sebelumnya. Default clocknya sudah dipatok pada 3,5 GHz, 8MB cache, 4 core dengan 8 thread, lalu GPU yang dibenamkan adalah Intel HD 4000 dengan clock sebesar 1150 MHz. Cukup menjanjikan bukan?



Selain itu Intel juga melakukan beberapa pembenahan. Dari segi keamanan misalnya, chip Ivy Bridge sudah ditanamkan sebuah key generator yang fungsinya mirip dengan token.

Kemudian GPU yang ditanamkan juga sudah bisa melakukan Quick Sync video dengan lebih baik serta bisa digunakan untuk menampilkan 3 monitor sekaligus.

Lalu dengan fabrikasi yang lebih kecil chip ini juga diklaim lebih hemat daya, Core i7-3770K yang diterima detikINET punya Thermal Design Power (TDP) sebesar 77 watt.



Namun yang paling menarik adalah, jajaran Ivy Bridge punya potensi overclock yang lebih baik serta cold bug yang sudah diredam. Jadi, pengguna bisa memacu prosesor ini seekstrim mungkin dengan cooling sedingin mungkin.

Nah, setelah mengenal seluruh fitur yang dibawanya kini saatnya menguji Intel Core i7-3770K untuk penggunaan sehari-hari. Entah itu sekadar browsing, bermain game, hingga melakukan konversi video. Seperti apa? Tunggu ulasan selanjutnya di detikINET.

Ne Dia Netbook 'Dua Detik' Asus



Asus Eee PC Flare 1225C (detikINET)
Jakarta - Menyegarkan seri netbook Eee PC, vendor asal Taiwan Asustek merilis model Eee PC Flare. Selain mengandalkan Instant On yang memungkinkan netbook menyala dalam dua detik dari kondisi sleep, terdapat sejumlah fitur lain yang cukup menjadi daya tarik. detikINET berkesempatan menjajal salah satunya, yakni Eee PC 1225C. Berikut ulasannya.

Desain

Penampilan seri Flare sepertinya memang sengaja dibuat menggoda siapa pun yang melihatnya. Delapan pilihan warna menarik, yakni Silk White, Tuxedo Black, Gentleman Blue, Lipstick Red, Silk White, City Gray, Paris Pink dan Expresso Brown, akan menyegarkan mata.

Kebetulan, unit Eee PC 1225C yang dijajal detikINET adalah yang berwarna hitam. Kesan pertama, netbook terlihat elegan dan glossy meski casingnya terbuat dari plastik.



Sayangnya, bahan cover ini membuat netbook, apalagi jika pilihan warnanya hitam, mudah 'kotor' akibat bekas sidik jari atau telapak tangan. Jika tak mau terlihat jorok, maka Anda harus rajin-rajin mengelapnya.

Menilik bagian sisi, hampir semua port yang dibutuhkan pengguna ada di sini. Terdapat tiga port USB, koneksi internet, card reader dan port HDMI untuk memutar film atau file multimedia di HDTV.



Keyboard

Keyboardnya cukup lapang, dengan jarak antar tombol yang proporsional. Secara keseluruhan, Eee PC 1225C nyaman untuk mengetik. Tombolnya empuk dan berukuran cukup besar sehingga terasa 'lega' dan meminimalisir typo atau salah ketik.



Di bawah keyboard, terdapat Touchpad yang memungkinkan jemari bebas 'menari'. Input multi-touch mempermudah pekerjaan dengan tingkat akurasi nyaris sama dengan ketika menggunakan mouse. Terdapat tombol klik di dekat Touchpad yang berfungsi sangat baik. Saat ditekan, tombol ini tidak keras maupun menimbulkan bunyi berisik.



Display

Ukuran 11 inch cukup ideal untuk layar sebuah netbook. Tak terlalu besar juga tak terlalu kecil sehingga nyaman melihatnya. Namun urusan kualitas, layar Eee PC 1225C tergolong biasa saja. Layarnya tidak terlalu cerah, meski telah disetting maksimal.



Dipakai di ruangan terbuka, layar akan memantulkan cahaya sehingga mengganggu penglihatan. Kekurangan ini juga membatasi penggunaan netbook lebih banyak di indoor. Namun sepanjang Anda masih bisa menoleransi ketidaknyamanan ini, mungkin tidak masalah menggunakannya outdoor.

Performa

Untuk ukuran netbook, performa dan spesifikasi Eee PC 1225C terbilang lumayan. Prosesor Intel Atom Cedar Trail yang dibenamkan di dalamnya sanggup membantu meladeni banyak tugas seperti browsing dengan membuka banyak tab, membuka aplikasi, hingga memutar film, dapat dilakukan dengan lancar tanpa lemot.



Soal daya tahan, baterai berkapasitas 6 sel bisa diandalkan. Satu kali pengisian baterai, netbook bisa bertahan hingga 6 jam. Daya tahan itu sudah termasuk melakukan berbagai tugas seperti berinternet, mengetik, mendengarkan musik dan menonton film.

Catatan lain, Eee PC 1225C tidak mudah panas. Tak masalah menggunakannya berlama-lama di pangkuan. Hanya terasa sedikit hangat yang wajar. Kenyamanan lainnya, dengan bobot hanya 1,4 kilogram netbook ini ringan dijinjing untuk dibawa kemana saja.

Kesimpulan

Bagi mereka yang masih setia menggunakan netbook dan lebih sering mengerjakan tugas 'berat', Asus 1225C bisa menjadi pilihan yang pas. Bobotnya cukup ringan untuk dibawa kemana saja dan spesifikasinya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan standar pengguna netbook. Selain itu, banderol harga di kisaran Rp 3 jutaan pun tergolong bersahabat dengan kantong.


Spesifikasi

Layar 11.6 inch, 1366 x 768 px resolution, glossy
Prosesor Intel CedarTrail Atom N2800, 1.86 GHz
Chipset Intel NM10
Video Intel GMA 3650 HD (640MHz)
Memory 2 GB DDR3 1066 MHz
Hard-disk 500 GB 5400 rpm
Connectivity wireless N, Fast Ethernet, Bluetooth 3.0
Ports 2 x USB 3.0 and 1 x USB 2.0, VGA, HDMI, LAN, card-reader, webcam
Baterry 6 Cell 5200 mAh 56 Wh
Operating system Windows 7 Home Premium
Ukuran 296 x 200 x 28 ~35 mm
Berat 1,45 Kg

Tim Mobile Health ITB Masuk Final Kejuaraan Dunia di Afsel



Screenshot aplikasi Maternal and Neonatal di Android
Jakarta - Tim aplikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) masuk sebagai 10 finalis di kompetisi University Mobile Health Challenge, yang diselenggarakan oleh BMIC, The Berkeley Mobile International Collaborative.

Aplikasi mobile dengan judul 'Maternal and Neonatal Mobile Services' dari ITB ini akan bersaing dengan sembilan finalis lain dari universitas ternama di dunia, seperti Massachusetts Institute of Technology (AS) dan University of Oxford (Inggris).

"Final ajang ini akan diselenggarakan pada tanggal 28-30 Mei 2012 nanti di Cape Town, Afrika Selatan," kata Suhono Harso Supangkat, pembimbing tim aplikasi ITB ini kepada detikINET, Rabu (9/5/2012).

Tim mahasiswa ITB yang dibimbing Suhono dalam final aplikasi mobile health ini terdiri dari Arga Ariadarma, Royana Afwani, Raidah Hanifah, Berlian al-Kindhi, dan Astri Maria.

Seperti dituturkan Suhono, aplikasi Maternal and Neonatal Mobile Services adalah sistem pelayanan kesehatan berbasiskan perangkat ponsel yang dapat membantu para ibu dan petugas kesehatan dalam pengelolaan periode maternal (kehamilan) dan neonatal (kelahiran bayi).

Sistem ini merupakan sistem e-health yang dapat digunakan oleh petugas kesehatan untuk merekam dan mengelola data medis pasien ibu hamil sampai melahirkan, juga data bayi sampai sebelum balita.

"Selain petugas kesehatan, sistem ini dapat digunakan oleh para ibu sebagai pencatat digital riwayat medis ibu hamil dan bayinya. Sebagai reminder hal-hal penting seperti konsultasi ulang, imunisasi, dan lainnya," ucap Suhono.

Samsung Kembangkan Charging Ponsel Wireless Tanpa Kabel)


Jakarta - Di masa depan, isi ulang ponsel boleh jadi tidak memerlukan kabel lagi. Impian ini ingin diwujudkan Samsung yang bekerjasama dengan Qualcomm mengembangkan standar teknologi wireless charging alias tanpa kabel.

Aliansi bernama Alliance for Wireless Power (A4WP), akan mencari mitra lain untuk membentuk ekosistem teknologi wireless charging yang digunakan di seluruh dunia. Mereka ingin mengembangkan standarnya.

"Spesifikasi tunggal sedang diimpikan yang ditujukan untuk charging secara simultan berbagai perangkat, dari produk low power sampai tablet yang canggih," demikian keterangan A4WP yang detikINET kutip dari PCMag, Rabu (9/5/2012).

Selain Samsung dan Qualcomm, beberapa perusahaan berkomitmen di grup tersebut seperti Ever Win Industries, Gill Industries, Peiker Acustic, Powermat Technologies, dan SK Telecom. Mereka yakin teknologi ini sangat berguna.

"Power nirkabel punya potensi meningkatkan kenyamanan dan user experience di perangkat consumer seperti ponsel. Untuk merealisasikannya, infrastruktur power nirkabel harus dibuat untuk memungkinkannya dipakai di rumah, tempat kerja dan saat bepergian tanpa perlu mengkhawatirkan kompabilitas," kata Jason dePraux dari IMS Research.

Diharapkan nantinya, satu perangkat charger nirkabel standar akan bisa digunakan untuk mengisi daya berbagai perangkat sekaligus. Namun belum ada informasi kapan teknologi tersebut ditargetkan menjadi standar pengisian daya gadget.

Intel Membujuk Vendor Kembangkan Industri Cloud Computing

Tak banyak memang perusahaan yang menawarkan cloud computing sebagai salah satu layanannya. Padahal menurut Intel, industri ini akan semakin seksi di masa depan.

Di sisi lain, berbagai macam alasan dikeluarkan bagi calon pengguna komputasi awan. Terutama perusahaan yang mementingkan keamanan data serta durabilitas dari sistem penopang cloud computing itu sendiri.

"Saya sadar bahwa ada beberapa rekanan kami yang masih ragu menggunakan cloud computing, tapi sebenarnya industri ini sangat berpotensi," kata Lisa Graff, VP and General Manager EPSD, Selasa (9/5/2012), di Westin Hotel, Nusa Dua, Bali.

Graff mengklaim ada banyak sekali keuntungan yang bisa didapat pelaku industri jika mereka sudah menerapkan sistem komputasi awan, misalnya budget pembuatan server yang kini bisa dialihkan. Biaya perawatanya dijanjikan lebih murah dibanding memiliki server sendiri.

Namun bukan hanya bermanfaat untuk pengguna. Bagi vendor yang menyediakan layanan ini pun diklaim punya peluang sukses besar.

"Ini adalah kesempatan bagi rekanan lokal kami, mereka bisa menawarkan layanan cloud tanpa terbentur regulasi. Seperti diketahui ada yang negara yang tidak mengizinkan datanya disimpan di luar negeri," tambah Graff.

Untuk meyakinkan para rekanan Intel, Graff mengklaim punya segudang teknologi mulai dari perangkat keras hingga perangkat lunak yang siap dipakai untuk layanan cloud commputing.

"Kami punya prosesor Xeon E5 dengan performa dan durabilitas tinggi, dan kami juga punya beberapa software yang handal," tandas wanita yang sudah 20 tahun bekerja di Intel itu.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews